• 11

    Aug

    bunga

    kumpulan bunga itu mungkin berpikir, keelokan tubuh merekalah yang membuat mereka layak dihargai, dibanggakan… lalu mereka uraikan itu semua di depan mata-mata serigala, yang lapar dan haus akan semua pesona yang mereka punya (karena kami memang serigala) tidakkah mereka menyadarinya? bahwa semua bunga, ya semua bunga! adalah selayaknya mereka lalu, tidakkah mereka menyadari? kebanggaan itu seharusnya pada apa yang mereka pelihara itu semua, hanyalah unjuk keberanian, keberanian menjual harga diri bukanlah unjuk kemolekan, keelokan, harum, dan segala pesona yang dipunya karena semua dari mereka memilikinya, sepenuhnya, tanpa cacat sedikitpun namun, hanya sebagian dari mereka yang rela menjual harga dirinya bunga yang cantik, hanya rela dipetik dengan cara yang pantas, tidak untuk
  • 7

    Aug

    refleksi (2)

    kadang dalam hidup, ketika kita melihat ke dunia luar, kita dapati dunia penuh kesimpang siuran dan fatamorgana, warta yang dihiasi ilusi, bukan sesuatu yang pasti, nasihat-nasihat, yang sebagiannya menjerumuskan, petuah-petuah, yang sebagiannya tak bijak, mungkin itulah saatnya kita melihat ke dalam diri kita sendiri, karena di sanalah kita kan melihat apa yang sesungguhnya kita inginkan, atau apa yang seharusnya kita inginkan, apa yang menjadi tujuan kita, atau apa yang seharusnya menjadi tujuan kita, maka ke sanalah seharusnya kita menuju, dengan segalah derap langkah, dan daya upaya, ke sanalah segala sendi bergerak kompak, karena di sanalah akhirnya kita temukan kebahagiaan sejati, atau kesengsaraan abadi, bukan kesimpang siuran, bukan fatamorgana…
  • 10

    Jul

    Ilusi Ekonomi dan Imperialisme Gaya Baru: Sebuah Resume dan Analisis Singkat Atas Karya John Perkins

    Pengantar Tulisan ini sepenuhnya diilhami dari buku karya John Perkins — Dalam bukunya yang mengisahkan perannya sebagai seorang Economic Hit Man (EHM), John Perkins memberikan uraian bagaimana, dia dan sejawatnya sesama EHM melakukan serangkaian tindakan yang sistematis untuk menjajah suatu negara. Penjajahan ini tidak perlu diartikan sebagai penjajahan secara de jure, sehingga, meskipun secara de jure sebuah negara adalah sah dan berdaulat, maka secara de facto negara tersebut berada dalam pengaruh negara lain. Pengaruh ini, diuraikan oleh John, terutama dalam aspek ekonomi, di mana sumber daya yang dimiliki secara manipulatif dimanfaatkan untuk menyokong kepentingan negara penjajah tersebut, dan hanya sedikit sekali jika tidak sama sekali, yang digunakan untuk kemanfaatan negara
  • 25

    Jun

    pasangan virtual

    ini adalah hari yang sama. hari di mana dia beranjak bangun di pagi hari dengan tergesa-gesa, dan aku bangun dengan enggan. hari di mana kami melaluinya dengan beragam aktivitas masing-masing, yang aku lakukan karena ingin, atau karena dia harus. hari ini berlalu seperti biasa pula…. sore telah datang, menggoda orang-orang untuk meninggalkan aktivitas, yang kebanyakan dilakukan karena kerharusan, dan beralih kepada aktivitas yang dilakukan karena keinginan. ya, saat pulang dari tempat kerja, bagi kebanyakan orang tentu menjadi saat-saat terbaik. saat, di mana kolega berganti keluarga, meja komputer berganti ruang keluarga. maghrib, isya berlalu. dan kini, kami, aku dan dia, duduk bersanding di ruang ini. ruang tempat keluarga bertemu muka, wajah-wajah yang tersenyum, bibir yang be
  • 23

    Jun

    refleksi

    usianya sungguh lebih muda dari saya. namun, kebijaksanaan untaian kata-katanya sungguh memesona. memang, tidak jarang saya menggodanya (ehm, sebenarnya mengejeknya), namun tidak terbersit sedikit kejengkelan dari wajah dan air mukanya. setidaknya, itulah yang dia tampakkan. saat dia berkata, mengutip tepatnya, ‘hidup yang tidak direfleksikan adalah hidup yang tidak pantas dijalani’, saya lantas bertanya-tanya, ‘adakah hidup ini hidup yang pantas untuk dijalani?’ lalu, di pagi ini, saat saya menunggu saatnya beranjak dan beraktivitas, mengisi hari ini dengan sesuatu yang berguna, saya sempatkan untuk merefleksikan apa-apa yang terbersit dalam benak saya. seesungguhnya,
  • 3

    Apr

    Demokrasi Erotis

    Pemilihan legislatif tinggal menghitung hari. Kalo sesuai jadwal, pada saat tulisan ini diposting berarti pileg tinggal 6 hari lagi. Banyak hal yang menarik yang bisa diulas dari pesta rakyat kali ini. Dari mulai koalisi putus-sambung (kayak lagunya BBB aja) yang ngga jelas asal-usul ideologisnya yang penting kebagian kursi, dana pemilihan umum 25trilyun perak yang kalo dibeliin krupuk kulit mungkin bisa ngurug Jakarte, ampe banyaknya potomodel-potomodel dadakan yang cengar-cengir, cengengesan, nunjuk sana-sini di poster-poster, spanduk, umbul-umbul, dll. Nah, yang nggak kalah serunya untuk diulas adalah kampanye terbuka yang dilakukan parpol-parpol peserta pemilu. Beberapa waktu lalu, liat berita di salah satu stasiun televisi swasta yang jargonnya adalah referensi pemilu, kampanye terbuk
  • 12

    Jan

    re-fokus-isasi

    Dalam banyak pemberitaan, seringkali kita dengar pernyataan dari pejabat-pejabat keuangan negeri ini mengenai tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga, dll. Istilah-istilah tersebut merefleksikan kondisi makro ekonomi yang terjadi. Di masa krisis ekonomi global seperti sekarang ini, pemerintah dihadapkan pada ancaman jebloknya indikator-indikator makro ekonomi tersebut. Resesi yang terjadi amerika, berakibat langsung terhadap industri berbasis ekspor. Celakanya, negara-negara lain seperti uni eropa dan jepang yang diharapkan dijadikan alternatif pasar ekspor juga mengalami dampak dari krisis ekonomi yang sama. Celakanya (lagi!), raksasa-raksasa baru ekonomi seperti Cina dan India telah mempersiapkan diri menghadapi krisis ini dengan memfokuskan hasil industrinya kepada pas
  • 31

    Dec

    terminologi offensif vs defensif

    saya mendefinisikan istilah “menyerang” dengan menempatkan sumber daya tertentu di titik pertahanan musuh, atau setidaknya dekat, guna membongkar pertahanan mereka. sebaliknya, “bertahan” saya definisikan dengan menempatkan sumber daya pada daerah sendiri guna mempertahankan diri dari serangan musuh. dalam sepakbola, terdapat perbedaan yang besar antara peran seorang cristiano ronaldo dengan gennaro gattuso, meskipun keduanya merupakan gelandang. ronaldo berperan lebih banyak di daerah pertahan lawan, dan bertugas membongkar pertahanan lawan dengan gocekkan mautnya atau umpan-umpannya yang terukur. sementara gattuso berperan sebagai garis pertama pertahanan dan bertugas memblok aliran bola ke daerah pertahanan sendiri. contoh ini menjadi lebih ekstrim lagi manakal
  • 22

    Dec

    hari ibu itu ada, setiap hari....

    hari ini, 22 Desember, seperti biasa “kita” semua memperingati hari ibu dengan beragam seremonia. entah apa tema hari ibu kali ini, dan entah bagaimana perayaan yang dilakukan. entah mengapa, saya bertanya-tanya tentang esensi dari peringatan hari ibu ini. entah mengapa, peringatan demi peringatan atas momen tertentu bagi saya hanya menghasilkan seremonia yang kering dari makna, dan jauh sekali menyentuh substansi. entah mengapa, ketika setiap tahun dilalui, dengan tanggal 22 Desember di dalamnya, namun, tidak banyak perbaikan berarti dengan peringatan-peringatan tersebut. apakah, kita, bangsa Indonesia ini memang bangsa yang gemar dengan seremonia, formalitas, dan yang semacamnya itu? coba tanya kepada
  • 28

    Nov

    cerita kereta-bagian dua

    setelah sebelumnya harus berdiri cukup lama di atas kereta ekspress, yang ini lebih buruk lagi. — seperti biasa, ketika istriku tercinta tidak di rumah, bangun dan berangkat pagi masih merupakan sebuah kemewahan bagiku, apalagi ditambah sarapan nasi gongseng favorit, jauh deh. jam 6, aku sengaja tidak bersiap untuk segara berangkat kerja. mengingat aku masih diklat, maka memang tidak perlu juga untuk berangkat buru-buru, toh diklat mulai jam 9. “naik ciujung 7.29-pun masih aman”, pikirku. jam 6, aku sempatkan menontoh tayangan olahraga dari stasiun tv swasta. berharap dapat menyaksikan cuplikan (highlight) pertandingan piala UEFA tadi malam, walaupun cuplikan milan vs portsmouth tidak disiarkan. hampir jam 7 aku baru beranjak mandi (terlalu!). lalu, pukul 7.15, aku sud
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post